Luangkan Waktu dan Cinta Untuk Diri Anda Sendiri

Dalam keseharian kita bisa saja sangat sibuk, atau malah memiliki banyak waktu luang? Hidup dalam masyarakat mendorong kita bersosialisasi, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Namun, ada kalanya seseorang itu ingin memiliki posisi atau dipandang oleh masyarakat di lingkungannya, menjadikannya rutin dan rajin mengikuti kegiatan, sangat ramah terhadap warga lain, tentu saja sikap bersahabat.

Tidak ada yang salah dengan menjadi seperti itu, hanya saja, sibuk merebut simpati orang lain tentu menguras waktu dan pikiran, sehingga kebutuhan untuk diri sendiri dan orang terdekat terabaikan. Kalau terus seperti ini, bukan tidak mungkin hanya akan mengekang diri sendiri.

Budak keinginan orang lain

Lama-kelamaan apa yang dianggap benar dan salah tergantung pada pandangan masyarakat, berperilaku seperti keinginan orang lain. Padahal, kita tidak bisa setiap saat bersikap konsisten, tapi demi simpati masyarakat hal itu dilakukan. Alhasil, jiwa dan pikiran menjadi lelah, tidak ada lagi energi untuk berbagi ketika berada di dalam rumah.

Merasa tidak dihiraukan, merasa tidak diperlakukan dengan baik, merasa kurang diperhatikan oleh orang rumah, yang berpotensi terjadi masalah di rumah tangga.

Kenapa bisa begitu? Karena energinya telah dihabiskan untuk menarik perhatian masyarakat di lingkungannya, dia hanya punya energi untuk istirahat, sehingga mudah terpicu kemarahannya (sangat lelah). Merasa tidak dipedulikan (kurang diperhatikan), padahal yang dia butuhkan mungkin adalah kepeduliannya terhadap dirinya sendiri.

Simpan energi untuk orang yang dicintai

luangkan-waktu-dan-cinta-untuk-diri-sendiri

Dalam lingkungan sosial masyarakat, tidak perlu berlebihan hanya untuk mendapat sanjungan, apalagi sampai melupakan kebutuhan diri kita sendiri. Cukup semampunya saja, misalnya ada acara gotong royong di hari Minggu, tapi sebelumnya kita sudah punya janji dengan anak/adik/anggota keluarga. Mana yang akan dipilih?

Meskipun hal sepele, tapi jangan disepelekan karena itu adalah sebuah cinta. Jangan memaksakan diri untuk selalu terlihat baik di mata masyarakat, kita juga punya kehidupan, tak selalu sesuai keinginan atau standar di lingkungan tersebut.

Cinta pada diri sendiri akan mendorong kita melakukan yang terbaik, termasuk untuk orang terdekat. Buat apa dipandang baik di masyarakat, akan tetapi menjadi buruk di rumah tangga.

Terlalu berlebihan mencari perhatian orang lain sangat menguras energi, lalu apa yang tersisa untuk orang yang kita cintai?

Next Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Admin jika ada keperluan.